Tersesat

Masih tentang mobil dan pelajaran untuk mengendarainya.

Seminggu lalu aku tersesat. Meluncur di tol dari pintu tol buah batu, niatku keluar di Pasir Koja untuk kemudian singgah di kantor yang tak begitu jauh jaraknya. Melaju di tol merupakan pelajaran tersendiri yang menyenangkan, terutama dalam hal bersetia pada jalur. Kapan memutuskan mendahului, kapan mesti menepi.

Malangnya, saking asiknya menikmati kesenangan baru itu, aku lupa mengamati papan hijau penunjuk. Pintu keluar Pasir Koja, pintu tol terdekat dari kantor yang jarak tempuhnya tak ada lima menitan kalau lancar, terlewatkan. Pintu berikutnya amat jauh. Bisa di Cimahi atau Pasteur. Kalau lewat juga, bisa sampai Padalarang, atau lebih jauh lagi Jakarta hehe….

Bingung. Tentu saja itu yang pertama terlintas. Memang pernah aku melaju di tol hingga pintu keluar Padalarang, tapi waktu itu ada Mas Darsono yang menemani. Dia sekaligus pengajar. Sekarang aku mesti berkonsentrasi lebih lama, bersetia lebih lama. Dan jika keluar nanti, belum juga aku tahu pasti mesti lewat mana untuk menuju kantor. Kembali masuk tol atau lewat jalan raya biasa. Persoalannya, ketika itu jam empat sore. Kendaraan di jalan umum amat sangat padatnya. Apalagi jalur menuju ke selatan.

Pada akhirnya aku memilih jalan umum. Masuk tol akan tambah rumit urusan. Aku tak tahu tempat memutar di jalan yang demikian padat. Aku meluncur lewat depan stasiun lalu lewat Pasar Baru agar bisa sampai di Jalan Sudirman. Dan yang kutemui sudah kuduga sebelumnya: kemacetan luar biasa. Terutama di Pasar Baru. Hampir 1 jam habis di jalan ini.

Menyesal? Tidak juga. Aku malah, entah kenapa, senang begitu sampai di kantor. Heran juga. Aku toh bisa melintas di jalur macet parah. Bisa sabar. Bisa mengendalikan mobil dengan baik. Tahu kapan mesti maju, mengerem, dan mengambil jalur mendahului sesama pengendara. Aku tiba-tiba merasa beruntung!! Ya, beruntung. Aku belajar banyak dari ketersesatan ini.

Aku tahu sekarang, di hadapan persoalan, kita masih punya dua pilihan. Mau tunduk larut atau mau mengambil nilai.

Advertisement

One Response to Tersesat

  1. hehehe..sama denganku bro..selalu excited kalau tersesat, yah, asal tidak sedang buru-buru atau muter-muter di tempat yang sama sampai 3 kali..wkwkwk
    btw, salut aku denganmu bro..masih saja ada pelajaran yang kau ambil dari sekedar berkendara di jalan tol..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s